Code of Ashes, sebuah band metalcore berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Artifintel Soundworks di bawah naungan PT Qudo Buana Nawakara, bersiap meluncurkan album debut mereka berjudul Ascent pada 15 Mei 2026. Album ini menyajikan perpaduan metalcore modern dengan riff gitar agresif dan nuansa emosional yang intens, menggambarkan perjalanan tentang perubahan, tekanan, serta pencarian identitas manusia di era teknologi.
Ascent terdiri dari empat lagu, yakni “Ignites the Pain”, “Edge of the Abyss”, “Branded by Lies”, dan lagu utama bertajuk “Ashes Don’t Dream”. Lagu utama ini menghadirkan esensi musikal dan emosional Code of Ashes secara utuh. “Ashes Don’t Dream” mengangkat kisah seseorang yang berjuang menghadapi tekanan hidup, rasa tidak cukup, dan konflik emosional yang menghantui, sementara tetap memelihara harapan agar tidak hilang sepenuhnya.
Karakter lagu ini tercermin melalui vokal clean yang emosional dan scream agresif, groove berat, serta atmosfer digital yang dingin dan intens. Performa setiap personel turut memperkuat karakter musik tersebut: Elang Samudra dengan vokal deep dan penuh kontrol; Darian Akasha yang menghadirkan riff gitar modern dan atmosferik; Damar Prakoso dengan groove bass dalam dan emosional; serta Satrio Wicaksana yang memainkan drum dengan tenaga dan energi tinggi.
Lirik “Ashes Don’t Dream” seperti “Hope is burning in my hands. Turning into ash again” menggambarkan betapa harapan sering rapuh dan mudah runtuh di tengah tekanan hidup. Namun, di balik atmosfer gelap dan emosional tersebut, lagu ini tetap menyampaikan pesan tentang ketahanan, kebangkitan, dan menolak menyerah meski dalam kondisi sulit.
Video klip resmi “Ashes Don’t Dream” mengusung konsep performance cinematic bernuansa industrial dan emosional. Visualisasi video ini menampilkan studio gelap dengan pencahayaan minim, asap tipis, tekstur kasar, dan fokus pada ekspresi serta energi setiap personel. Pendekatan sinematik ini menegaskan tema tekanan, kesepian, dan perjuangan emosional yang menjadi inti lagu.
Visual klip bergerak dari suasana tenang dan dingin menuju ledakan energi agresif di bagian breakdown sebelum kembali ke nuansa sunyi saat lagu berakhir. Keseluruhan konsep video dikemas secara minimalis namun intens, menampilkan karakter personal setiap anggota band secara lebih mendalam.
Album debut Ascent dan video klip “Ashes Don’t Dream” dapat disaksikan secara eksklusif melalui channel YouTube Artifintel Soundworks.
Dengan peluncuran Ascent, Code of Ashes memperkenalkan pengalaman metalcore AI yang memadukan agresi modern, atmosfer futuristik, dan emosi intens ke dalam satu identitas musikal yang kuat. Album ini menandai awal perjalanan mereka dalam mengeksplorasi tema perubahan, tekanan, dan evolusi manusia di tengah dunia yang semakin terhubung dengan teknologi.
#ArtifintelSoundworks #CodeofAshes #MetalCore #Hardcore #BandAI #Metal #CoA #MusicAI #MetalcoreAI #AIMusic #ASCENT #AshesDontDream
